Konsolidasi Kader, DPD Golkar Ponorogo Gelar Muscam XI Kecamatan Sooko dan Pudak
Konsolidasi Kader, DPD Golkar Ponorogo Gelar Muscam XI Kecamatan Sooko dan Pudak
KOTA, DPD Golkar Ponorogo – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Ponorogo menggelar Musyawarah Kecamatan (Muscam) ke-XI untuk Kecamatan Sooko dan Kecamatan Pudak pada Senin (8/6).
Agenda konsolidasi ini dilaksanakan di Kantor DPD Golkar Ponorogo dengan fokus utama penyegaran struktur organisasi di tingkat kecamatan.
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua DPD Golkar Ponorogo, Eko Priyo Utomo. Turut mendampingi dalam pembukaan, Bendahara DPD Golkar Ayatulloh Ali Syari'ati, serta Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD Golkar Ponorogo sekaligus Ketua Panitia Muscam, Soleh Utomo. Hadir pula dalam kesempatan tersebut pengurus harian, panitia Muscam, PK dan PD dari kedua kecamatan.
Menegaskan Pentingnya Lahir dari Rahim Golkar
Dalam sambutannya saat membuka Muscam, Ketua DPD Golkar Ponorogo, Eko Priyo Utomo, menekankan pentingnya proses kaderisasi yang murni di tubuh partai. Ia memberikan analogi pembeda antara kader yang berproses dari bawah dengan mereka yang masuk ketika partai sudah mapan.
"Eee... Putaran ragu-ragu, dan inilah yang membedakan bahwa kader yang benar-benar lahir dari Golkar, atau yang sudah masuk [saat] sudah besar, itu bedanya di situ, nggih. Lek kulo piyambak, Alhamdulillah Saya lahir di Golkar," ujar Eko dalam logat Jawa yang kental saat memberikan arahan kepada para kader.
Masa Bakti SK Habis, Regenerasi Total Diperlukan
Eko menjelaskan bahwa pelaksanaan Muscam ini merupakan wujud kepatuhan terhadap amanat organisasi. Mengingat masa berlaku Surat Keputusan (SK) kepengurusan di Kecamatan Pudak dan Sooko telah habis, maka pemilihan ketua baru menjadi hal yang wajib dilakukan.
"Hari ini, detik ini, Ketua Golkar Pudak sama Ketua Golkar Sooko ki wis entek beselite, nggih. SK-ne wis entek, wis mati SK-ne. Sehingga secara organisasi, ini harus dibentuk, dipilih ketua PK yang baru, nggih. Ketua Golkar Pudak sing anyar, Ketua Golkar Sooko sing anyar," tegasnya dengan logat Jawa.
Ia juga membebaskan para kader untuk memilih kembali pemimpin yang lama atau memunculkan figur baru, sejauh hal tersebut didasarkan atas kesepakatan bersama. DPD Golkar Kabupaten Ponorogo dipastikannya akan mengawal dan merestui keputusan dari tingkat bawah.
Tiga Syarat Mutlak Bagi Ketua Terpilih
Lebih lanjut, Eko Priyo Utomo menitipkan tiga tugas besar dan wajib yang harus segera diselesaikan oleh siapapun ketua PK (Pimpinan Kecamatan) yang terpilih nantinya untuk memenangkan pemilu mendatang:
1. Melengkapi Pengurus Kecamatan: Ketua terpilih wajib segera menyusun kepengurusan tingkat kecamatan minimal berjumlah 5 orang.
2. Membentuk Pengurus Desa: Menghidupkan kembali kepengurusan di tingkat desa (PD) dengan syarat minimal diisi oleh 3 orang pengurus per desa. "Ojo enek partai gede, tapi pengurus desane ora enek," sentil Eko.
3. Melahirkan Calon Legislatif (Caleg) Lokal: Eko memberikan syarat tegas bahwa pengurus baru harus mampu memunculkan figur caleg yang asli berasal dari Kecamatan Sooko dan Kecamatan Pudak. Ia bahkan menegaskan tidak akan menyerahkan SK kepengurusan sebelum nama caleg tersebut disetorkan.
Golkar Sebagai Partai Paling Demokratis
Di akhir arahannya, Eko mengajak seluruh kader untuk menjadikan Muscam XI ini sebagai momentum pesta demokrasi yang sehat di tingkat akar rumput.
Ia mengklaim bahwa Golkar adalah partai yang mengedepankan suara kader di bawah, bukan sistem tunjuk dari atas.
"Golkar ini partai yang paling demokratis. Ora enek istilahe kok nunjuk ketua iki soko partai dhuwur. Yo dipilih karo wargane, inilah Golkar. Maka dari itu, monggo momentum siang ini, agenda siang ini kita jadikan sebagai media bahwa demokrasi di Pudak, demokrasi di Sooko ini akan tumbuh dan berkembang sesuai cita-cita Partai Golkar," pungkasnya. (*).




