GIAT

Ketua DPD Golkar Eko: Pembangunan Monumen Reyog Ponorogo di Sampung Dipastikan Terus Berjalan Meski APBD Terbatas

Ketua DPD Golkar Eko: Pembangunan Monumen Reyog Ponorogo di Sampung Dipastikan Terus Berjalan Meski APBD Terbatas


KOTA, DPD Golkar Ponorogo – Pembangunan megaproyek Monumen dan Museum Peradaban Reyog di kawasan Gunung Gamping, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, dipastikan akan terus berjalan meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mengalami penyesuaian dan pengurangan untuk tahun anggaran mendatang.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Ponorogo, Eko Priyo Utomo, dalam acara sosialisasi pariwisata bersama anggota DPRD Provinsi Jawa Timur yang digelar di Kantor Kelurahan Cokro Menggalan Jalan Batoro Katong, Ponorogo, Kamis (27/11).

Eko Priyo Utomo, yang juga anggota DPRD, menjelaskan bahwa APBD Ponorogo untuk tahun 2026 telah disepakati dan disahkan. Namun, secara umum, kondisi APBD mengalami penurunan, termasuk alokasi untuk urusan Reyog.

"Dengan kondisi secara umum yang memang apa, semuanya berkurang, termasuk untuk urusan Reyog nanti juga berkurang. Pengurangan ini (terjadi) menurut aturan-aturan tidak hanya Ponorogo, tapi secara nasional," ujar Eko Priyo Utomo dalam acara tersebut.

Ia merinci bahwa secara keseluruhan, APBD Ponorogo mengalami penurunan sebesar Rp 271 Miliar, atau sekitar 12% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini secara otomatis turut mengurangi anggaran yang dialokasikan untuk urusan kebudayaan, termasuk Monumen Reyog.


Pengembangan Reyog Harus Tetap Berjalan

Meskipun menghadapi keterbatasan anggaran, Eko Priyo Utomo menegaskan pentingnya peran aktif para seniman dan aktivis Reyog untuk memastikan pengembangan kebudayaan ini tidak terhenti.

"Sehingga praktis urusan Reyog juga berkurang. Sehingga saya harapkan peran-peran aktivis Reyog, Mas Dedi, Mas Kiki nanti, dengan keterbatasan ini, monggo, Reyog iki yo kudu tetep mlaku, kudu tetep berkembang (mari, Reyog ini ya harus tetap berjalan, harus tetap berkembang)," ungkap Eko, memberikan semangat kepada para pegiat seni yang hadir.

Acara sosialisasi pariwisata ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk merumuskan strategi pengembangan pariwisata daerah, khususnya bagi desa-desa di Kecamatan Kota dan Kecamatan Babadan, yang diharapkan dapat menopang keberadaan Monumen Reyog di Sampung sebagai ikon baru Ponorogo. (*)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar