GIAT

Perkuat Konsolidasi, Keluarga Besar DPD Golkar Ponorogo Gelar Halal Bihalal dan Sosialisasi Program

Perkuat Konsolidasi, Keluarga Besar DPD Golkar Ponorogo Gelar Halal Bihalal dan Sosialisasi Program


KOTA PONOROGO, DPD Golkar Ponorogo – Momentum Idul Fitri 1447 H dimanfaatkan oleh DPD Partai Golkar Kabupaten Ponorogo untuk mempererat tali silaturahmi antar pengurus. Bertempat di Gedung Wandira DPD Golkar Ponorogo, jajaran Keluarga Besar DPD Golkar menggelar acara Halal Bihalal pada Senin malam (6/4).

Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua DPD Golkar Ponorogo Eko Priyo Utomo, Bendahara DPD Golkar Ayatulloh, jajaran Pengurus Pleno DPD, seluruh Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) se-Kabupaten Ponorogo serta Sekretariat DPD Golkar. 

Selain menjadi ajang saling memaafkan, pertemuan ini juga difungsikan sebagai wadah koordinasi strategis partai.

Ketua DPD Golkar Kabupaten Ponorogo, Eko Priyo Utomo, dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas fraksi dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Kami sebagai fraksi mendapat tugas tambahan untuk selalu melakukan sosialisasi ke masyarakat, baik itu terkait Perda maupun hal-hal lainnya di momentum pertemuan banyak orang, termasuk pada malam hari ini," ujar Eko Priyo Utomo di hadapan para kader.


Target Muscam dan Musdes Tuntas Juni

Dalam kesempatan tersebut, Eko juga menyampaikan agenda penting terkait penguatan struktur partai hingga tingkat akar rumput. Ia mengumumkan rencana pelaksanaan Musyawarah Kecamatan (Muscam) dan Musyawarah Desa (Musdes) di seluruh wilayah Kabupaten Ponorogo.

"Mulai bulan April ini, saya mohon izin untuk menggelar Muscam dan Musdes di seluruh wilayah Kabupaten Ponorogo. Saya ditarget oleh DPD Provinsi agar bulan Juni semua sudah selesai, baik di 21 kecamatan maupun 307 desa," tegasnya.


Menyasar Pemilih Muda 2029

Menatap Pemilu 2029, Eko mengingatkan para kader bahwa peta politik akan didominasi oleh pemilih muda dan pemilih pemula yang memiliki pola pikir serta mindset yang berbeda. Oleh karena itu, ia mendorong regenerasi kepemimpinan di tingkat kecamatan.

Ia bahkan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pengurus pleno maupun kader potensial lainnya untuk maju menjadi Ketua PK (Pimpinan Kecamatan) melalui mekanisme organisasi yang berlaku.

"Ketua PK itu yang memilih adalah PD (Pimpinan Desa). Aturan di Golkar seperti itu. Saya buka kesempatan bagi siapa pun yang ingin mengabdi dan berkarier pada partai di tingkat kecamatan," pungkasnya. (*).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar