Wujudkan Pendidikan Inklusif, Moh Komarudin Sosialisasikan Raperda Disabilitas di Dapil II, Ponorogo
Wujudkan Pendidikan Inklusif, Moh Komarudin Sosialisasikan Raperda Disabilitas di Dapil II, Ponorogo
COPER, JETIS, DPD Golkar Ponorogo – Komitmen untuk menghadirkan kesetaraan di dunia pendidikan terus dikawal oleh jajaran legislatif Kabupaten Ponorogo.
Anggota DPRD dari Fraksi Golkar Dapil II, Moh Komarudin, S.Ag., M.Si., menggelar Sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Pendidikan Bagi Peserta Didik Penyandang Disabilitas, Sabtu sore (14/3).
Bertempat di kediamannya, Paseban Hargo Kusumo Jati, Desa Coper, Kecamatan Jetis, acara ini menjadi ruang diskusi hangat bagi konstituen di wilayah Dapil II yang meliputi Kecamatan Jenangan, Jetis, Mlarak, dan Siman.
Pendidikan Tanpa Sekat
Dalam paparannya sebagai narasumber, Moh Komarudin menekankan bahwa pendidikan adalah hak fundamental bagi setiap warga negara, tanpa terkecuali.
Raperda ini dirancang untuk memastikan anak-anak penyandang disabilitas di Ponorogo mendapatkan akses, fasilitas, dan kurikulum yang mendukung potensi mereka.
"Setiap anak lahir dengan keistimewaan dan hak yang sama untuk menatap masa depan. Melalui Raperda ini, kita ingin memastikan tidak ada lagi sekat atau hambatan bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas untuk mengenyam pendidikan yang layak di Bumi Reog," ujar Moh Komarudin di hadapan para peserta.
Ia juga menambahkan bahwa Fraksi Golkar akan terus mengawal agar regulasi ini tidak hanya menjadi dokumen di atas kertas, tetapi benar-benar terimplementasi dalam bentuk sarana prasarana yang ramah disabilitas di sekolah-sekolah.
Dukungan Penuh dari Akar Rumput
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus kecamatan (PK) dan pengurus desa dari empat kecamatan, Sekwan DPRD Ponorogo, serta tokoh masyarakat dan tokoh pemuda setempat. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan besarnya harapan masyarakat terhadap kebijakan yang berpihak pada kelompok rentan.
Antusiasme peserta terlihat jelas dalam sesi tanya jawab. Berbagai masukan dari tokoh masyarakat terkait teknis pelaksanaan pendidikan inklusi di desa-desa menjadi poin penting yang dicatat dalam diskusi tersebut.
Acara yang berlangsung hingga sore hari, jelang berbuka puasa tersebut ditutup dengan semangat kebersamaan untuk mengawal Ponorogo menuju kabupaten yang lebih inklusif dan ramah bagi semua kalangan. (*)
Penulis Tim Media DPD Golkar Editor: Redaksi Online


